Analisis Perkembangan Industri Pencetakan Label Tiongkok dari 2025 hingga 2030
Industri percetakan label di Tiongkok akan mengalami periode transformasi struktural dan pertumbuhan cepat yang didorong oleh teknologi dari tahun 2025 hingga 2030. Menurut data industri terbaru, skala pasar percetakan label di Tiongkok telah melampaui 60 miliar yuan pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 68 miliar yuan pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 7,5%. Diproyeksikan akan melampaui 100 miliar yuan pada tahun 2030. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh terus meningkatnya permintaan di aplikasi akhir seperti kemasan barang konsumsi, transportasi logistik, dan peralatan elektronik. Dalam hal perdagangan internasional, pasar Asia Tenggara akan menjadi titik pertumbuhan baru untuk ekspor peralatan percetakan label Tiongkok, dengan volume ekspor sebesar 2,5 miliar yuan pada tahun 2025, menyumbang 35% dari total ekspor industri.

Dari sudut pandang sub-segmen, diperkirakan label self-adhesive akan mendominasi industri dalam periode 2025 hingga 2030. Ukuran pasar label self-adhesive pada tahun 2025 diperkirakan sekitar 45 miliar yuan, menyumbang sekitar 65% dari keseluruhan pasar pencetakan label. Dominasi ini disebabkan oleh penerapan luas label self-adhesive di bidang-bidang seperti kosmetik, makanan dan minuman, serta obat-obatan, terutama meningkatnya permintaan terhadap label presisi tinggi di industri farmasi. Diperkirakan proporsi label self-adhesive di sektor farmasi akan meningkat sebesar 28% pada tahun 2027.
Risiko tertekannya laba akibat fluktuasi harga bahan baku. Di industri percetakan label Tiongkok, fluktuasi harga bahan baku telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat keuntungan perusahaan. Pada tahun 2023, biaya pengadaan komprehensif bahan baku utama seperti kertas, film, tinta, dan perekat di industri percetakan label menyumbang 60%-70% dari total biaya produksi. Di antaranya, bahan baku berbasis kertas menyumbang 35%-45% dari total biaya. Menurut data Asosiasi Industri Peralatan dan Bahan Cetak Tiongkok, harga kertas lapis meningkat 18,7% secara tahunan pada tahun 2022, sementara kisaran fluktuasi harga film BOPP mencapai 23,5%. Fluktuasi yang sangat besar ini secara langsung menyebabkan penurunan marjin laba kotor rata-rata industri dari 28,6% pada tahun 2021 menjadi 24,3% pada tahun 2022. Dari sisi pasokan pasar, industri kertas domestik dipengaruhi oleh kebijakan lingkungan yang semakin ketat, sehingga kapasitas produksi skala kecil dan menengah terus tersingkir. Pada tahun 2023, kapasitas kertas kartu putih turun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan harga pulp kayu impor terdampak gangguan rantai pasok internasional, dengan harga bongkar pulp konifer pada kuartal pertama 2023 naik 56,8% dibanding periode yang sama tahun 2020. Dari sisi permintaan, seiring ekspansi terus-menerus pasar logistik e-niaga dan barang konsumsi cepat habis, skala pasar percetakan label Tiongkok mencapai 58,7 miliar yuan pada tahun 2022, dan diperkirakan akan melampaui 80 miliar yuan pada tahun 2025. Kontradiksi antara penawaran dan permintaan ini akan semakin memperparah risiko fluktuasi harga bahan baku.

Dalam lima tahun ke depan, fluktuasi harga bahan baku akan tetap menjadi tantangan berkelanjutan bagi industri. Berdasarkan tren pasar komoditas saat ini, diperkirakan harga bahan baku berbasis kertas di industri percetakan akan tetap berada dalam kondisi berfluktuasi tinggi dari tahun 2024 hingga 2026, dengan kisaran fluktuasi rata-rata 15%-20%. Dalam konteks ini, industri akan mempercepat transformasinya ke tiga arah: Pertama, membangun platform pengadaan terpusat berskala besar. Saat ini, 27% perusahaan terkemuka telah berpartisipasi dalam aliansi pengadaan bersama, dan proporsi ini diperkirakan akan meningkat menjadi 40% pada tahun 2025. Kedua, mendorong penelitian dan pengembangan teknologi substitusi bahan baku. Proporsi material film berbasis bioma diperkirakan meningkat dari 8% pada tahun 2023 menjadi 25% pada tahun 2030. Ketiga, mempopulerkan sistem manajemen rantai pasok digital. Proporsi perusahaan yang menggunakan manajemen inventaris cerdas akan meningkat dari 35% pada tahun 2022 menjadi 60% pada tahun 2025, dengan mengoptimalkan strategi pengadaan melalui prediksi akurat terhadap siklus fluktuasi harga. Langkah-langkah ini secara efektif akan meningkatkan kemampuan keseluruhan industri dalam menghadapi fluktuasi harga bahan baku, dan diperkirakan pada tahun 2030, dampak fluktuasi harga bahan baku terhadap laba dapat dikurangi sebesar 30%-40%.
Secara ringkas, periode dari tahun 2025 hingga 2030 akan menjadi tahap kritis transformasi mendalam dan pertumbuhan berkelanjutan bagi industri percetakan label di Tiongkok. Sambil mempertahankan momentum pertumbuhan yang signifikan dan bergerak menuju tonggak 100 miliar yuan, industri ini harus terus mengatasi tekanan keuntungan yang disebabkan oleh fluktuasi harga bahan baku. Label self-adhesive akan terus mendominasi pasar, dengan penerapan di sektor-sektor premium seperti farmasi semakin meluas. Dalam hal ekspor, pasar Asia Tenggara akan menjadi mesin pertumbuhan utama. Mencapai pembangunan berkualitas tinggi sambil menyeimbangkan ekspansi pasar dan pengendalian biaya akan menjadi tantangan utama bagi industri dalam lima tahun ke depan.

